Profile UIN

 Sejarah Ringkas UIN Syarif Hidayatullah

Pendirian UIN merupakan perwujudan dari gagasan dan hasrat umat Islam untuk membangun sistem pendidikan yang integralistik dan komprehensif dalam berbagai disiplin ilmu dalam rangka memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat terhadap lembaga pendidikan tinggi yang mampu menghasilkan intelektual yang profesional dan bermoral. Sejarah berdirinya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengungkapkan kisah perjuangan umat Islam Indonesia yang panjang dan melelahkan sejak berdirinya ADIA (1957) hingga menjadi UIN Syarif Hidayatullah sekarang ini. Berikut sejarah singkat UIN.

Menghilangkan Dikotomi Ilmu
Sebagai upaya awal untuk menghilangkan dikotomi ilmu, maka UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada tahun akademik 2002/2003 menetapkan nama-nama dan membuka fakultas sebagai berkut: » selengkapnya

Pimpinan UIN
Di antara pimpinan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekarang adalah Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA (Rektor), Prof. Dr. Masykuri Abdillah, MA (Purek Bidang Akademik), Prof. Dr. H. Abuddin Nata, MA (Purek Bidang Administrasi Umum), Dr. Armai Arief, MA (Purek Bidang Kemahasiswaan), dan Prof. Dr. Suwito, MA (Purek Bidang Pengembangan Lembaga). » selengkapnya

Siapakah Syarif Hidayatullah

Syarif Hidayatullah, salah satu Walisongo penyiar Islam di Pulau Jawa, lahir di negeri Arab pada 1448 M dan wafat di Cirebon pada 1568 M. Ia adalah putra Nyai Rara Santang (putri Prabu Siliwangi dari Pajajaran) dengan Syarif Abdullah. » selengkapnya

Beribu Sarjana
UIN Jakarta akan melanjutkan segenap upaya untuk menyiapkan mahasiswanya menjadi anggota masyarakat dengan kemampuan akademik dan profesionl, yang memiliki kemampuan untuk mengaplikasikan, mengembangkan dan melakukan inovasi di bidang ilmu-ilmu agama maupun sains dalam arti luas

Dari IAIN ke UIN

IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai salah satu IAIN tertua di Indonesia, yang bertempat di ibukota Jakarta, menempati posisi unik dan strategis, tidak hanya sebagai ‘Jendela Islam di Indonesia’, tetapi juga simbol bagi kemajuan pembangunan nasional, khususnya di bidang pembangunan sosial-keagamaan.

Sebagai upaya untuk mengintegrasikan ilmu umum dan ilmu agama, lembaga ini mulai mengembangkan diri dengan konsep IAIN dengan mandat yang lebih luas (IAIN with wider mandate) menuju terbentuknya Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Langkah konversi ini mulai diintensifkan pada masa kepemimpinan Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA dengan dibukanya Jurusan Psikologi dan Pendidikan Matematika pada Fakultas Tarbiyah, serta jurusan Ekonomi dan Perbankan Islam pada Fakultas Syari’ah pada tahun akademik 1998/1999. Untuk lebih memantap-kan langkah konversi ini, pada tahun 2000 dibuka Program Studi Agribisnis dan Teknik Informatika bekerjasama dengan IPB dan BPPT, Manajemen, dan Akuntansi.
Pada tahun 2001 diresmikan Fakultas Psikologi dan Fakultas Dirasat Islamiyah bekerjasama dengan Universitas Al-Azhar Mesir. Selain itu dilakukan juga upaya kerjasama dengan IDB (Islamic Development Bank) sebagai penyandang dana pembangunan kampus yang modern; McGill University (CIDA); Leiden University (INIS); Universitas Al-Azhar (Kairo); King Saud University (Riyadh); Universitas Indonesia; Institut Pertanian Bogor; Universitas Muhammadiyah Jakarta; Ohio University; LIA; Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT); Bank BNI; Bank Mu’a-malat Indonesia (BMI); dan universitas-universitas serta lembaga-lembaga lainnya.

Langkah perubahan bentuk IAIN menjadi UIN mendapat rekomendasi dengan ditandatanganinya Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 4/U/KB/2001 dan Menteri Agama RI Nomor 500/2001 tanggal 21 Nopember 2001, dan di samping itu 12 (dua belas) program studi ilmu sosial dan eksakta (Teknik Informatika, Sistem Informasi, Akuntansi, Manajemen, Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis, Psikologi, Bahasa dan Sastra Inggris, Ilmu Perpustakaan, Matematika, Kimia, Fisika dan Biologi) mendapat rekomendasi/izin operasional dari Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas RI dalam surat nomor 088796/MPN/2001 tanggal 22 Nopember 2001.

Lebih lanjut, rancangan Keppres tentang Peru-bahan Bentuk IAIN menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga telah mendapat rekomendasi dan pertimbangan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI dan Dirjen Anggaran Departemen Keu-angan RI Nomor 02/M-PAN/I/2002 tanggal 9 Januari 2002 dan Nomor S-490/MK-2/2002 tanggal 14 Februari 2002. Rekomendasi ini merupakan dasar bagi Keppres No 31 tanggal 20 Mei 2002 tentang Peru-bahan IAIN Jakarta menjadi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Perkembangan UIN

1. Sebagai ADIA (1957-1960)

ADIA (Akademi Dinas Ilmu Agama) berdiri pada tanggal 1 Juni 1957 dengan tujuan mendidik dan mem-persiapkan pegawai negeri guna mencapai ijazah pendidikan akademi dan semi akademi untuk menjadi ahli didik agama pada Sekolah Menengah Umum, Sekolah Kejuruan dan Sekolah Agama. Lama belajar 5 tahun yang terdiri dari tingkat semi akademi 3 tahun dan tingkat akademi 2 tahun. ADIA mempunyai tiga jurusan yaitu Jurusan Pendidikan Agama, Jurusan Bahasa Arab dan Jurusan Khusus untuk Imam Tentara.

Sesuai dengan fungsinya sebagai akademi dinas, maka mahasiswa yang mengikuti kuliah pada akademi itu terbatas pada mahasiswa tugas belajar yang terdiri atas pegawai/guru agama di lingkungan Departemen Agama dari berbagai daerah seluruh Indonesia yang masuk berdasarkan seleksi. Pimpinan ADIA adalah Prof. Dr. H. Mahmud Yunus sebagai Dekan dan Prof. H. Bustami A. Gani sebagai Wakil Dekan.

2. Sebagai Fakultas dari IAIN Al-Jami’ah yang Berpusat di Yogyakarta (1960-1963)

Dalam perkembangan selanjutnya, terutama dalam kerangka usaha dan langkah peningkatan pen-didikan tinggi Islam, timbullah ide untuk menggabung-kan PTAIN (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri) di Yogyakarta dan ADIA (Akademi Dinas Ilmu Agama) di Jakarta dalam bentuk universitas atau institut.

Usaha tersebut akhirnya berhasil dengan diresmikannya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Al-Jami’ah Al-Islamiyah Al-Hukumiyah oleh Menteri Agama dalam suatu upacara di Gedung Kepatihan Yogyakarta berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 11 Tahun 1960, tanggal 24 Agustus 1960 (2 Rabi’ul Awwal 1380 H). Kantor Pusat IAIN ini bertempat di Yogyakarta.

IAIN Cabang Jakarta, sebagai pengganti ADIA, terdiri dari Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Adab. Seba-gai dekan Fakultas Tarbiyah adalah Prof. Dr. H. Mahmud Yunus dan dekan Fakultas Adab adalah Prof. H. Bustami A. Gani.

3. Sebagai IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1963-19 Mei 2002)

Mengingat perkembangannya yang pesat, IAIN yang berpusat di Yogyakarta kemudian dibagi menjadi dua Institut berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 49 Tahun 1963 tanggal 25 Februari 1963. IAIN yang berpusat di Yogyakarta menjadi IAIN Sunan Kalijaga dan IAIN yang berpusat di Jakarta menjadi IAIN Syarif Hidayatullah. Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada saat itu dijabat oleh Prof. Drs. H. Soenardjo dan mempunyai empat fakultas, yaitu Fakultas Tarbiyah, Adab, dan Ushuluddin di Jakarta, dan Fakultas Syari’ah di Serang, Banten. Di samping itu juga mengkoordinasikan Fakultas Tarbiyah dan Syari’ah di Banda Aceh dan Palembang.

Dalam masa dua tahun sampai tahun 1965 dibuka pula fakultas-fakultas baru, yaitu Fakultas Tarbiyah di Serang, Cirebon, Padang dan Pekanbaru, serta Fakultas Syari’ah di Jambi. Cabang-cabang IAIN Jakarta ini kemudian satu per satu berdiri sendiri menjadi IAIN maupun STAIN.

Sejak diterbitkannya Keputusan Menteri Agama RI No. 15 Tahun 1988, IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta terdiri dari fakultas-fakultas Tarbiyah, Adab, Ushuluddin, Syari’ah, dan Dakwah di Jakarta dan Fakultas Tarbiyah di Pontianak. Selanjutnya, berdasarkan Keputusan Presiden RI No.11 tahun 1997 tentang Perubahan Status Fakultas Daerah menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN), maka Fakultas Tarbiyah Pontianak berdiri sendiri sebagai STAIN Pontianak.

Pada masa kepemimpinan Prof. Dr. Harun Nasu-tion (1973-1984), IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta dikenal luas sebagai ‘Kampus Pembaharu’, karena beliau banyak mengadakan pembaharuan-pembaharuan dalam pemikiran Islam dengan menekankan Islam rasional. Untuk itu, Prof. Harun Nasution mengadakan perubahan kurikulum IAIN, salah satunya dengan memasukkan mata kuliah filsafat dan menyelenggarakan Program Pascasarjana (PPs).

PPs IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta merupakan PPs pertama di lingkungan IAIN di seluruh Indonesia. PPs ini mengawali kuliah perdananya pada 1 September 1982, setelah sebelumnya (tanggal 30 Agustus 1982) diadakan peresmian pembukaannya.

Pembukaan PPs (ketika itu bernama Fakultas Pascasarjana) dilandasi SK Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam Departemen Agama, H.A. Timur Djaelani, MA Nomor KEP/E/422/’81 tanggal 13 Agustus 1981. Dalam SK tersebut dinya-takan bahwa IAIN Jakarta telah memenuhi persyaratan untuk menyelengga-rakan PPs. SK Dirjen tersebut dikuatkan oleh SK Menteri Agama Nomor 78 Tahun 1982 yang berisi ketetapan tentang pengangkatan Prof. Dr. Harun Nasution sebagai direkturnya.

Beribu Sarjana

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah menghasilkan ribuan sarjana di bidang kajian agama. Hingga tahun 2002 ini UIN Jakarta telah melahirkan alumni sebanyak 24.279 orang, terdiri atas 11.860 Sarjana (S1), 781 Magister (S2), dan 277 Doktor (S3) serta 5479 Sarjana Muda, 935 Diploma Tiga, dan 4.947 Diploma Dua.

UIN Jakarta terus berupaya menyiapkan peserta didiknya menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan atau menciptakan ilmu pengetahuan keagamaan dan ilmu-ilmu terkait lain dalam arti seluas-luasnya.

Sepanjang sejarahnya, tokoh-tokoh yang pernah memimpin IAIN Jakarta adalah: Prof. R.H.A. Soenarjo, SH (Rektor); Prof. Dr. H. Mahmud Yunus (Dekan Fakul-tas Tarbiyah); Prof. H. Bustami A. Gani (Dekan Fakul-tas Adab) dari 1960-1963; Prof. Drs. H. Soenardjo (Rektor, 1963-1969); Prof. H. Bustami A. Gani (Ketua Presidium, 1969-1970); Prof. H.M. Toha Yahya Omar, MA (Rektor 1970-1973); Prof. Dr. Harun Nasution (Rektor, 1973-1984); Drs. H. Ahmad Syadali (Rektor, 1984-1992); Prof. Dr. M. Quraish Shihab, MA (Rektor, 1992-1998); Prof. Dr. H. Ahmad Sukardja, SH, MA (Pj. Rektor, April 1998-September 1998); dan Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA (Oktober 1998-2002).

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s