Psikologi Kejiwaan Anak pada Masa Transisi

Psikologi Kejiwaan Anak pada Masa Transisi
(Telaah psikologis peralihan masa remaja ke masa dewasa)

By : Dewi Fortuna

Kajian pencarian jati diri bisa berdampak negatif dan juga positif, bagi
diri sendiri, keluarga, teman, lingkungan dan juga perubahan sikap,
sudut pandang dan gaya hidup. Seseorang tidak perlu menjadi
seseorang yang lain untuk mengubah jati diri dari keadaan semula
menjadi keadaan kemudian, dalam hal ini seorang anak pada masa
transisi, yaitu masa peralihan dari masa remaja menjadi masa
dewasa, tidak harus menjadi kan kata “pencarian jati diri” sebagai
momok yang menakutkan bagi orang-orang sekitarnya, karena
mungkin saja keadaan dan lingkungannya tidak mengerti, tidak mau
tahu dan bahkan yang lebih parah berusaha untuk tidak mau tahu
dengan keadaan anda yang menyebut dirinya dengan “seseorang yang
sedang mencari jati diri” .
Sekarang cobalah kita tanya pada diri sendiri, untuk apa pencarian jati
diri itu dilakukan ? hanya untuk menunjukkan eksistensi kita, bahwa
kita ini ada, kita ini seseorang, kita ini punya nilai, atau kita ini ingin
dihargai dan dianggap sebagai manusia? Sekarang terlepas dari
masalah pencarian jati diri, seharusnya yang kita lakukan adalah
bertanya pada diri sendiri, apa yang telah kita lakukan, apakah kita
cukup bernilai, apakah kita ini seseorang yang bermanfaat buat orang
lain, apakah kita ini cukup berharga untuk dihormati ? dan adakah
sesuatu yang telah kita lakukan untuk membuat orang lain bahagia,
orang lain merasa dihargai, orang lain merasa bermanfaat bagi anda
dan juga merasa bahwa anda pantas untuk dicintai, disayangi dan
dihargai.
Sebetulnya saya pribadi menelaah “momok pencarian jati diri” ini
hanya sebuah wujud nyata dari keegoisan manusia, yang biasanya
muncul di usia remaja ke peralihan dewasa, karena ego pada masa itu
lebih besar dibanding masa pra remaja dan anak-anak. Maka
“pencarian Jati diri” dijadikan alasan untuk berusaha menekan orangorang
disekitarnya lah yang berusaha memahami, mengalah, mengerti
keadaannya. Contoh dari teman, bahkan juga dari lingkungan
menjadikan hal ini semakin memperkuat bagi mereka di masa ini
untuk membentuk situasi pencarian jati diri dalam dirinya.
Sekedar masukan, ini sebuah pengalaman pribadi, dan saya rasa tidak
sedang berusaha menyinggung siapapun, manusia pada masa transisi
ini seringkali menyepelekan orang-orang yang menyayanginya, tidak
mau mengakui kesalahan diri sendiri tapi selalu mencari kesalahan
orang lain, menganggap diri selalu benar, tidak punya hati, egois dan
sering melukai perasaan orang yang menyayanginya. Selalu berharap
orang lain mengerti dan bisa memahami sikapnya, tanpa mau tahu
apakah hati orang itu terluka, yang penting, kitalah yang harus
mengerti bahwa dia sedang melewati “Masa Pencarian Jati Diri”.
Cobalah anak-anak yang sedang mengalami masa transisi, belajar
merenungi apakah pantas “masa pencarian jati diri” dianggap sebuah
momok untuk arena pembalasan dendam, ajang keegoisan dan wadah
penyalur kebecian juga alat menyudutkan kesalahan orang. Jangan
salah mengartikan “Pencarian jati diri” untuk hal yang ke arah negatif,
tapi berusahalah agar masa pencarian jati diri ini tidak mengurangi
kadar kebaikan kita tapi malah menambah. Jangan kebaikan yang
sudah ada menjadi hilang karena masa pencarian jati diri ini, tapi
justeru malah bertambah kebaikan, nilai-nilai, rasa hormat, rasa
sayang, rasa cinta dan lebih sportif dalam mengakui kesalahan diri
sendiri, dengan begitu masa pencarian jati diri kita tidak akan sia-sia,
dan kata-kata “masa pencarian jati diri” tidak menjadi momok yang
menakutkan bagi orang tua.

About these ads

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.